Parents Seminar: Memahami Bagaimana Berkomunikasi dengan Generasi Y & Z

Apa yang paling dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan generasi Y dan Z? Hal inilah yang menjadi keresahan orang tua – orang tua masa kini dalam membesarkan anak mereka. Dalam teori generasi (Generation Theory) hingga saat ini dikenal ada 5 generasi, yaitu: (1) Generasi Baby Boomer, lahir 1946-1964, (2) Generasi X, lahir 1965-1980, (3) Generasi Y, lahir 1981-1994. Generasi  Z, lahir 1995-2010, dan (5) Generasi Alpha, lahir 2011-2025.

genygenz

Generasi Y dan Z lahir di tengah pertumbuhan teknologi yang pesat. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan secara mudah dan cepat, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan hidup kesehariannya.

Mereka juga terbiasa multitasking. Mereka bisa membaca, berbicara, menonton, atau mendengarkan musik dalam waktu yang bersamaan. Maka para orang tua jangan heran jika mereka tampak tidak sedang belajar, padahal mereka sedang belajar sambil mendengarkan musik atau bahkan menonton TV.

y z

Jadi apa yang harus dilakukan orang tua untuk berkomunikasi dengan mereka?

Ricky Suroso, trainer Adam Khoo Learning Technologies Group dalam Parents Seminar yang diadakan oleh SUN Education Group di Springfield School mengatakan bahwa yang terpenting dari seorang anak adalah attitude. Orang tua dapat mengubah attitude dari anak mereka, bukan hanya mengubah behaviour. 

IMG_9397

Terdapat perbedaan yang tipis antara attitude dan behaviour. Bagai gunung es (iceberg) di laut, yang terlihat di permukaan adalah behaviour sedangkan yang tersembunyi di bawahnya adalah attitude.

Jika anak melakukan hal yang salah, dan orang tua berteriak untuk menegur mereka, maka orang tua hanya mengubah behaviour (dan hanya bersifat sementara). Oleh karena itu orang tua dapat mengubah attitude anak dengan menjadi contoh yang baik dan memberitahu dengan seksama mengapa anak tidak boleh melakukan hal tersebut.

Misalnya, anak yang senang berlari-lari di dalam rumah, orang tua cenderung berteriak untuk menghentikan anak itu berlari karena khawatir tersandung dan jatuh. Anak itu akan berhenti lari ketika ditegur orang tua, namun dalam hitungan menit si anak akan kembali berlari lagi.

Generasi Y dan Z juga tidak mudah menerima sesuatu begitu saja tanpa mempertanyakan sebabnya. Mereka cenderung selalu menanyakan “mengapa” dalam berkomunikasi.  Mereka juga ingin diberikan kesempatan untuk berbicara dan bertanya mengenai semua hal.  Jadi perbanyak komunikasi terbuka dengan mereka.

IMG_9407