Teachers Workshop 2016: Temukan Karakter Siswa dari Wajah dan Menjadi Pembicara yang Menginspirasi

Tahukah Anda bahwa wajah dapat menggambarkan karakter seseorang? Hal yang lumrah kita dengar adalah perkataan bahwa orang yang memiliki dahi lebar merupakan orang yang cerdas. Lantas apalagi yang dapat terungkap dari wajah kita?

Woen Susanto, Praktisi Ba Zi (baca = pace) & Mian Xiang dalam SUN Exclusive Teachers Workshop 2016 sesi pertama mengungkapkan bahwa tubuh manusia sudah memiliki pola dari Tuhan, hanya manusia sadar atau tidak akan hal itu. “Semua yang ada di tubuh kita merupakan informasi,” jelas Woen.

Dalam penjelasannya, Woen membenarkan bahwa orang yang dahinya lebar – diukur dari alis sampai batas rambut (muat minimal 3 jari yang diletakan horizontal), maka orang tersebut pintar alias mampu menyerap banyak informasi.  “Jadi bapak/ ibu guru kalau memiliki siswa yang dahinya hanya muat 2 jari, maka harus lebih bersabar mengajarinya,” kata Woen.

Mr. Woen Susanto, pembicara sesi pertama bertema "Face Stories"

Mr. Woen Susanto, pembicara sesi pertama bertema “Face Stories”

Woen juga mengungkapkan bahwa orang yang memiliki dahi (batas rambut berbentuk huruf M) merupakan orang yang kreatif. Hal ini dapat membantu para guru melihat seberapa kreatif siswa yang mereka didik.

Selain Mian Xiang (face reading), Woen juga menjelaskan mengenai Ba Zi yakni analisis tanggal lahir untuk mengetahui karakter dan kepribadian seseorang. Dalam penjelasannya, Woen mengajak peserta untuk menggunakan aplikasi Ba Zi yang dapat diunduh dari smart phone. Di aplikasi tersebut, masing-masing dapat memasukan tanggal lahir lengkap dengan jam nya, setelah itu akan keluar elemen-elemen apa yang melingkupi orang tersebut.

Ada lima elemen: kayu, api, tanah, logam, dan air. Setiap manusia memiliki elemen utama dari lima elemen ini. Dan elemen utama ini yang mempengaruhi karakter seseorang. Misalnya, orang yang memiliki elemen logam,  berkarakter keras. Dengan mengetahui karakter siswa berdasarkan tanggal lahir, tentu saja memudahkan para guru memberi perlakuan yang tepat pada masing-masing siswa.

Teachers Workshop 2016 dilanjutkan dengan sesi 2 yang menghadirkan Choky Sitohang, yang dikenal sebagai presenter TV yang saat ini telah membuka sekolah Public Speaking. Pada sesi ini, Choky berbagi pada guru-guru mengenai “Inspiring Speech”.

Choky Sitohang, pembicara sesi 2 dengan tema "Inspiring Speech"

Choky Sitohang, pembicara sesi 2 dengan tema “Inspiring Speech”

Choky mengatakan,”60-80% semua komunikasi manusia adalah non-verbal, jadi pada saat membawakan pidato, jangan lupa untuk berkomunikasi non-verbal.”

Menurut Choky, saat ini ada empat level/ tingkat pembicara. Yang pertama adalah talker, orang-orang yang berbicara apa saja sesuai keinginan diri. Dapat banyak ditemui di media-media sosial kita. Yang kedua adalah silencer, orang-orang yang ingin didengar suaranya. Yang ketiga adalah speaker, orang-orang yang menjadi pembicara namun sekedar pembicara saja, dan yang terakhir adalah Inspiring Speaker, orang-orang yang sanggup menginspirasi dalam pidato/ presentasi yang dihantarkan.

Pidato yang menginspirasi, menurut Choky adalah yang informative, persuasive, dan entertaining. Pastikan pidato/ presentasi anda mengandung ke-3 unsur tersebut.

Selain itu, Choky mengungkapkan bahwa pembicara yang menginspirasi adalah pembicara yang dianggap sudah menguasai keadaan, rendah hati, dan yang terutama adalah pembicara yang berkomitmen terhadap apa yang dikatakan.

Pertanyaan-pertanyaan menarik diajukan oleh peserta Teachers Workshop

Pertanyaan-pertanyaan menarik diajukan oleh peserta Teachers Workshop

Kedua topik yang dibawakan dalam Teachers Workshop 2016 mendapat sambutan sangat baik dari peserta dengan antusiasme yang tinggi saat sesi tanya jawab dan diskusi. Teachers Workshop merupakan kegiatan tahunan dari SUN Foundation yang bertujuan memberikan pelatihan dan berbagi ilmu/informasi terbaru yang dapat menunjang kinerja para guru di sekolah, baik sebagai konselor (guru BK) atau pengajar bidang lainnya.

Seluruh peserta Teachers Workshop 2016

Seluruh peserta Teachers Workshop 2016