Diterbitkan Tanggal : November 24, 2014
SUN Foundation menyelenggarakan Teachers Workshop 2014 di auditorium IALF, Jakarta, 11 November 2014. Event yang dihadiri 50 guru dari 35 sekolah ini dinilai sangat baik dan berhasil memberikan nilai tambah bagi peserta yang hadir.
Teachers Workshop selalu menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten. Tahun ini, penulis buku Go Global: Guide to a Successful International Career dan Pendiri East West Talent, Handi Kurniawan hadir membagikan pengalamannya meniti karir di beberapa negara. Dengan mengangkat tema “How to Prepare Indonesian Talents in ASEAN Economic Community 2015”, Handi menjelaskan tips dan trik untuk bisa memiliki global mindset, yang akan mendukung masyarakat Indonesia unggul dalam persaingan global.
Menurut Handi, seperti dikutip dari laporan berita salah satu peserta workshop Royani Lim, yang diunggah di Sesawi.net, untuk bersaing di era globalisasi, selain skill, juga harus memiliki global mindset, bukan hanya berpikir domestik, tapi juga berperan aktif di pergaulan internasional. Selain itu dibutuhkan juga technical skill, cross culture management dan international communication management.
Dalam cakupan ASEAN, populasi Indonesia merupakan 42% dari total 600 juta masyarakat ASEAN, akan tetapi 71% dari warga Indonesia hanya mengenyam pendidikan SMA atau di bawahnya. Pendidikan negara kita masih jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga yang lain. “Jadi, kita perlu untuk meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di dunia global,” ungkap Handi.
Setelah peserta dibuka wawasannya dan digugah pemikirannya agar mau berperan aktif menjadi pencetak generasi berdaya saing global, peserta yang sebagian besar adalah guru BK atau konselor, diajak untuk mempelajari SOLER Technique, sebuah teknik konseling yang dibawakan oleh Sandy Kartasasmita, Director PT Meta Morphosa Utama dan pakar konsultasi psikologi.
SOLER Technique merupakan singkatan dari: S (Sitting at a comfortable angle and distance), O (Open posture, arms and legs uncrossed), L (Learning forward from time to time), E (Effective eye contact without staring), R (Remaining relative relaxed).
Selain dengan menerapkan SOLER Technique, Sandy memberitahukan untuk membantu klien, dalam hal ini siswa untuk mengeksplor permasalahan yang dihadapi, konselor/ guru BK harus menunjukkan sikap empati. ”Dalam mendengarkan aktif, respon konselor yang empati merupakan sesuatu yang sangat penting,” jelas Sandy. Lanjutnya, mendengarkan apa yang klien bicarakan berdasarkan sudut pandang klien dan bagaimana respon konselor terhadap ceritanya tersebut yang menjadi penentu.
Kedua workshop yang masing-masing berdurasi kurang lebih 1,5 jam ini diisi dengan praktek-praktek langsung serta pertanyaan-pertanyaan kritis dan menarik dari para peserta. Berdasarkan respon yang dihimpun dari peserta, topik-topik yang dibawakan sangatlah menarik terutama karena disuguhkan oleh pembicara yang ahli dan telah berpengalaman dalam bidang yang mereka presentasikan.
Selain mendapat ilmu, para peserta juga mendapatkan hadiah-hadiah dan doorprize menarik yang membuat acara semakin meriah.
CMO SUN Education Group, Kevin Tan dalam pidato untuk menutup acara mengatakan bahwa, Teachers Workshop adalah program tahunan yang merupakan bagian dari CSR Program SUN Foundation sebagai bagian dari SUN Education Group. Sebagai konsultan pendidikan ke luar negeri terbesar, SUN Education Group memiliki komitmen yang kuat untuk membangun masyarakat Indonesia yang berdaya saing tinggi melalui program-program pemberdayaan bagi siswa, guru, dan orang tua.