Diterbitkan Tanggal : May 18, 2015
Teman-teman pasti tahu kan kalau tanggal 17 Mei adalah Hari Buku Nasional?
Nah, tanggal 17 Mei kemarin, SUN Foundation merayakan Hari Buku Nasional dengan membagikan 200 buku secara gratis di pelataran Monas (Monumen Nasional), Jakarta.
Dimulai jam 6 pagi, SUN Foundation dibantu oleh teman-teman relawan beraksi membagikan buku cerita dan buku pengetahuan kepada orang-orang yang lalu lalang di Monas untuk berolahraga ataupun sekedar berekreasi keluarga.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kesadaran membaca buku. Diharapkan para orang tua dapat menumbuhkan minat baca kepada anak sejak kecil dengan rutin membacakan buku ke anaknya.
Faktanya, saat ini minat membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Mengutip dari situs berita online, pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan, sejumlah negara mewajibkan anak didiknya untuk membaca buku. Misalnya di Thailand Selatan mewajibkan murid SMA membaca minimal lima buku. Selain itu, Malaysia dan Singapura minimal enam buku. Di Brunei Darussalam minimal tujuh buku, Rusia 12 buku, Kanada 13 buku, Jepang 15 buku, Swiss 15 buku, Jerman 22 buku, Prancis 30 buku, Belanda 30 buku, dan Amerika Serikat 32 buku. Namun, dalam kurikulum sekolah di Indonesia sepertinya tidak ada ketentuan yang mewajibkan murid SMP dan SMA harus membaca sejumlah buku.
Oleh karena itu, ada baiknya budaya membaca buku ditanamkan dari rumah. Para orang tua merupakan contoh paling baik bagi anak. Karena tidak hanya pengetahuan yang akan didapat, dengan membaca buku juga dapat membentuk karakter seorang anak menjadi lebih baik.