Happy Teen Workshop: Trik Khusus untuk Mengingat Cepat dan Tepat

SUN Foundation dan Adam Khoo Learning Technologies Group (AKLTG) memberikan program pemberdayaan remaja atau yang dikenal dengan Happy Teen Workshop kepada lebih dari 250 siswa kelas X dan kelas XI SMA Tarakanita 2, Pluit.

Pada workshop kali ini, trainer AKLTG, Rudolph Djajasaputra mengajak para peserta untuk mengenal lebih dalam mengasah kemampuan otak mereka. Seperti yang kita ketahui, otak manusia terbagi dalam dua bagian, kiri dan kanan, dengan cara kerja dan fungsi yang berbeda.

Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri ini telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda.

P3170139.

Sebanyak 250 siswa kelas X dan kelas XI mengikuti Happy Teen Workshop

Melalui workshop ini, siswa diajak untuk lebih mengenali otak bagian mana yang lebih bekerja dominan di diri mereka. Jika sudah mengetahuinya maka akan lebih mudah untuk dikembangkan dan untuk digunakan dalam mempelajari sesuatu.

Selain itu, Rudolph menjelaskan bahwa ada tiga cara dalam belajar, melalui visual, auditori, dan kinestetik. Gaya belajar visual menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Gaya belajar auditori mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Artinya, mereka harus mendengar, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi itu. Sedangkan gaya belajar kinestetik mengharuskan individu belajar melalui gerakan-gerakan sebagai sarana informasi masuk ke otaknya. Gaya belajar ini melibatkan kegiatan fisik, membuat model, memainkan peran, berjalan, dan sebagainya.

Menjelang sesi akhir workshop, Rudolph menantang siswa untuk menghapal 30 kata secara urut dan tepat. Yang mengejutkan, ada dua siswa yang berhasil melakukannya. Hal ini juga mengejutkan tim AKLTG karena menurut mereka, ada satu siswa saja yang berhasil itu sudah baik. “Siswa/i SMA Tarakanita 2 memang pandai-pandai,” kata Rudolph.

P3170143.

Seorang siswa berhasil menghapal 30 kata secara urut dan tepat

Ternyata, untuk menghapal 30 kata secara urut dan tepat ada triknya. Rudolph mengajarkan kepada siswa untuk menghapal dengan menggunakan semua teknik belajar visual, auditori, dan kinestetik. Jadi semua kata harus dilihat, disebutkan, dan ditiru gerakannya. Dengan begitu, dapat lebih mudah dihapal. Misalnya, untuk mengingat kata crown (mahkota) anak-anak diajak untuk mengangkat kedua tangan di atas kepala, seakan-akan sedang memegang mahkota sambil menyerukan “crown!”, begitu seterusnya dengan kata yang lainnya. Hasilnya, semua peserta berhasil menghapal 30 kata tersebut secara bersama-sama.

Happy Teen Workshop merupakan program pemberdayaan remaja yang dirancang khusus untuk memberikan motivasi, soft skill, dan nilai lebih bagi para remaja agar mereka bisa berkembang menjadi generasi muda yang bahagia dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. 

P3170180.

Happy Teen Workshop at SMA Tarakanita 2, AWESOMEEE!!!